Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
DALAM beberapa kesempatan ngobrol melalui internet (chatting) saya berkesempatan untuk mengenal beberapa orang di jagat maya ini. Satu diantaranya bertempat tinggal Pulau dewata Bali. Melalui kesempatan itu juga dia memberikan sederet angka nomor telponnya. Walapun belum pernah bertemu secara langsung tetapi saya meyakini bahwa dia baik. Dia hangat dan peduli.
Fotonya yang terpampang di sebuah situs mengingatkan saya pada seseorang yang mirip. Dari seberang sana, dia berbicara dengan sangat sopan dengan suara lembutnya. Tatkala saya bertanya, apakah mengganggunya kalau saya telpon, serentak dia menjawab tidak. Namanya Dea Ramadhan.
Itulah awalnya saya mengenal dia. Sampai dengan saat ini komunikasi saya dengannya terus berlangsung. Kadang-kadang melalui telpon dan yang paling sering melalui internet.
Begitulah salah satu contoh cara manusia modern membangun persahabatan. Tidak hanya pada orang-orang yang berada dilingkungan sekitarnya tetapi juga di seluruh dunia. Tidak heran Jaringan persahabatan sekarang ini sudah semakin meluas melalui beberapa situs jaringan sosial seperti facebook, friendster dan myspace.
Hal ini berkat kemajuan alat komunikasi seperti telpon dan internet yang sangat canggih. Kini dimanapun di dunia ini orang bisa saling berhubungan, saling berkomunikasi dengan tujuan masing-masing. Bahkan intensitas komunikasi semakin meningkat. Itulah sebabnya perusahaan telekomunikasi semakin banyak jumlahnya.
Berbeda dengan zaman dahulu dimana komunikasi jarak jauh yang lebih banyak menggunakan surat yang memakai kertas. Tentu akibatnya pesannya tidak sampai secara langsung. Adakalanya berbilang tahun. Kini dengan bermodal mobile telpon sederhana yang terhubung dengan internet pesan-pesan yang kita sampaikan diterima, didengar ataupun dilihat pada saat itu juga.
Dengan perkembangan seperti itu, manusia sebagai makhluk sosial juga semakin mudah untuk mendekatkan diri dengan manusia lain dimanapun. Bahkan petualangan pencarian teman itu dilakukan sampai menembus batas angkasa raya. Maka misi luar angkasa tidak hanya untuk menyelidiki benda-benda langit tapi lebih dari itu untuk menemukan makhluk lain yang dapat dijadikan sahabat.
Untuk sampai kesana persahabatan sejati membutuhkan waktu. Ini diperlukan agar persahabatan dapat diselami bersama. Melalui proses waktu itulah persahabatan menemukan maknanya. Persahabatan tidaklah terjadi secara instan. Laksana kita membuat pisau, maka mula-mula sepotong besi ditempa, dibakar,ditempah lagi kemudian di asah hingga ia tajam. Begitulah kita harus memperlakukan seorang sahabat agar ia tajam dalam nurani dan tindakan.
Hubungan persahabatan pasti mengalami pasang surut. Kita akan mengalami perasaan suka- duka. Kadang merasa dihibur tapi dilain waktu kita merasa disakiti, diperhatikan kemudian dikecewakan, didengar lalu diabaikan, dibantu tapi merasa ditolak, konflik-damai. Tetapi semua ini harus kita maknai sebagai bukan karena sebuah kebencian. Justru karena menjadi seorang sahabat maka kejujuran merupakan pondasi yang utama. Kita tidak perlu menghindari adanya perselisihan hanya untuk menghindari konflik. Sebaliknya kita kita harus memberanikan diri terlibat dalam sebuah persoalan justru karena kasih sayang kita sebagai seorang sahabat.
Sahabat tidak pernah memberikan ciuman disaat kita butuh pukulan, tetapi memberikan pukulan pada saat kita membutuhkan cemeti untuk berubah. Begitulah sejatinya hubungan persahabatan. Persahabatan tidak hanya dibutuhkan justru bila kita dalam kondisi baik-baik saja tetapi lebih dibutuhkan lagi pada saat kita mengalami cobaan dalam kehidupan.
Untuk sampai pada derajat persahabatan seperti di atas kita butuh solidaritas dan soliditas. Dalam hal ini bukan hanya pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru kita harus beriinisiatif sendiri memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabat kita.
Oleh sebab itu rasa rindu harus menjadi bagian dari kehidupan sahabat, tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap mau menang sendiri, lebih mementingkan egonya sendiri.
Apakah kita sudah mendapatkan sahabat seperti itu ? Dan apakah di alam maya ini ada sahabat seperti itu? Kalau anda adalah salah satunya maka mari kita menjalin persahabataan.
Membicarakan fenomena Facebook, atau si buku muka–istilah yang sering muncul belakangan, akhir-akhir ini memang kadang bisa menimbulkan bahan obrolan yang menarik, seru, bahkan lucu. Sekarang, siapa sih yang kenal internet tetapi tidak kenal dengan situs jejaring sosial yang satu itu? Kalaupun tidak memiliki akun di sana, paling tidak orang-orang yang rajin berselancar di dunia maya pasti pernah mendengar atau tahu akan keberadaannya.
Jika beberapa tahun lalu anak-anak muda Indonesia keranjingan Friendster, salah satu situs jejaring sosial yang pamornya cukup tinggi di negara-negara Asia, maka yang keranjingan Facebook sekarang bukan hanya anak-anak muda atau ABeGe saja. Dari kalangan remaja hingga orang tua semuanya punya ketertarikan yang sama akan media ini. Bahkan Ibu saya, yang saya tahu masih ‘gagap’ Internet dan cara membuka akun surat elektroniknya saja tidak mengerti, sempat-sempatnya bertanya-tanya perihal situs fenomenal ini.
Saking fenomenalnya jejaring sosial ini, beberapa saat yang lalu Facebook pernah jadi perbincangan hangat di negeri kita. Sampai pernah ada isu-isu soal Facebook yang akan dilabeli ‘Haram’. Semuanya tentu memiliki akar dan sebab. Dan menurut saya, hal itu sebenarnya tidak bisa dipisahkan dari fakta bahwa begitu kuatnya pengaruh Facebook pada sebagian besar penggunanya. Sebagian.
Bagi saya pribadi, memiliki akun di situs jejaring sosial seperti Facebook bukan suatu keharusan. Tetapi seiring perkembangan zaman, layaknya beberapa tahun yang lalu dengan handphone, ternyata ada ketertarikan untukmemilikinya juga. Apalagi dengan fasilitas-fasilitas yang ditawarkan dan gratis pula.
Facebook helps you connect and share with the people in your life.
Itulah tulisan yang akan menyambut kita di halaman awal situs Facebook. Dari situ saja sebenarnya telah kelihatan jelas tujuan dari buku muka ini : membantu kita untuk berhubungan dan berbagi dengan orang-orang yang ada di hidup kita.
Manfaat Facebook yang satu itu memang jujur saya rasakan sejak awal-awal saya membuat akun. Saya bisa mengumpulkan teman-teman saya, bertukar kabar, dan berkomunikasi dengan cepat. Asal kita masih ingat nama rekan kita atau tahu alamat emailnya, kita dapat melacak orang tersebuk–jika dia memiliki akun juga, dan setelah resmi menjadi teman di situs itu kita dapat langsung saling menyapa seolah tidak terhalang jarak sama sekali. Banyak teman-teman saya jaman SD, SMP, yang bahkan saya sudah lupa-lupa wajahnya, bisa saya temukan lagi. Bahkan berkat ke’sakti’an FB, beberapa bulan yang lalu saya sukses menggelar reuni SMP saya.
Bukan sekedar bertukar kabar saja, kita juga bisa sharing foto–yang sering menjadi ajang lucu-lucuan komentar antara saya dan teman-teman, tetapi juga menulis notes, bermain games kecil untuk menghibur diri, dan masih banyak lagi.
Bagi saya, Facebook secara tidak langsung telah sukses mendekatkan yang jauh. Didukung inisiatif sang pengguna sendiri tentunya.
Tetapi kadang, virus Facebook ini juga membuat saya tertawa sendiri jika mengingat tingkah polah saya dan teman-teman dalam menggunakannya.
Saya memang lebih sering menggukan Facebook untuk berkomunikasi dengan rekan-rekan yang istilahnya jauh dari segi jarak, dengan kenalan-kenalan yang cukup kenal untuk bertegur sapa tetapi tidak cukup akrab untuk bertukar nomor ponsel, atau teman-teman satu tempat studi atau kelompok tertentu. Tetapi toh sering juga saya dan teman-teman yang begitu dekat masih saja menggunakan Facebook sebagai ajang berkomunikasi.
Saya dan seorang sahabat dulu misalnya. Tiap hari bertemu. Sms sering. Telpon tidak jarang. Masih sempat-sempatnya ngobrol di wall. Aduh! Hehehe. Dan ini tidak hanya terjadi pada saya dan sahabat saya yang memang sudah sangat dekat itu saja. Adaaa saja ternyata orang-orang yang melakukan hal-hal ‘kurang kerjaan’ seperti kami itu tadi. Teman saya yang lain misalnya. Yang bahkan mau ngobrol dengan teman satu kosannya saja lewat wall. Padahal jarak antar kamar mereka tidak begitu jauh.
Makanya tidak heran kalo saya bilang lagi, Facebook juga sukses menjauhkan yang dekat. Haha. Bukannya apa-apa, kadang saya bingung. Saya dan sahabat-sahabat saya yang tiap hari bertemu tadi misalnya, entah mengapa seolah-solah terasa ‘jauh’ jika bicaranya lewat Facebook.
Pernyataan saya yang terakhir itu memang cuma sekedar gurauan. Tetapi tidak ada salahnya juga kita melakukan evaluasi terhadap kebiasaan kita dalam menggunakan jejaring-jejaring sosial tersebut. karena pada dasarnya, segala sesuatu yang berlebihan itu kan tidak baik. Mari kita buat Facebook menjadi sarana yang sesuai dengan tujuannya : membantu kita berhubungan dan berbagi dengan orang-orang di hidup kita. Bukannya malah menjadikan ruang-ruang dan sekat-sekat sendiri di dalam kehidupan kita.
Ketika seorang pengusaha sedang memotong rambutnya pada tukang cukur yang berdomisili tidak jauh dari kantornya, mereka melihat ada seorang anak kecil berlari-lari dan melompat-lompat di depan mereka. Tukang cukur berkata, “Itu Bejo, dia anak paling terbodoh di dunia”. Pengusaha itu
kemudian bertanya “Apa iya?”. Tukang cukur dengan bersemangat “Mari… saya buktikan!” Lalu, dia memanggil si Bejo, tukang cukur itu merogoh kantongnya dan mengeluarkan lembaran uang Rp 1000 dan Rp 500, lalu ia memanggil bejo dan berkata, “Bejo, kamu boleh pilih dan ambil salah satu uang ini,
terserah kamu mau pilih yang mana, ayo nih!”. Bejo pun melihat ke tangan Tukang cukur dimana ada dua lembaran uang Rp 1000 dan Rp 500, lalu dengancepat tangannya bergerak mengambil lembaran uang Rp 500.
Tukang cukur dengan perasaan benar dan menang lalu berbalik kepada sang pengusaha dan berkata, “Benar kan yang saya katakan tadi, Bejo itu memang anak terbodoh yang pernah saya temui. Sudah tak terhitung berapa kali saya lakukan tes seperti itu tadi dan ia selalu mengambil uang logam yang
nilainya paling kecil”.
Setelah sang pengusaha sudah selesai memotong rambutnya, di tengah perjalanan pulang dia bertemu dengan Bejo. Karena merasa penasaran dengan apa yang dia lihat sebelumnya, dia pun memanggil Bejo lalu bertanya “Bejo, tadi saya sewaktu tukang cukur menawarkan uang lembaran Rp 1000 dan Rp
500-an, saya lihat kok yang kamu ambil, uang yang Rp 500, kenapa tidak ambil yang Rp 1000, nilainya kan lebih besar dan dua kali lipat dari yang Rp 500.
Si bejo kemudian melihat dan memandang wajah sang pengusaha, ia agak ragu-ragu untuk mengatakannya. “Ayo beritahu saya, kenapa kamu ambil yang Rp 500,” desak sang pengusaha. Akhirnya si Bejo pun berkata, “Kalau saya ambil yang Rp 1000, berarti permainannya akan selesai…………”
sahabat…
semoga ini menjadi intropeksi bagi kita pribadi.
banyak orang yang merasa lebih pintar dibandingkan dengan orang lain, sehingga mereka sering menganggap remeh orang-orang disekitarnya. mereka enggan menerima pendapat orang lain karena mereka menganggap pendapat merekalah yang paling benar.
ada juga orang yang menilai orang lain hanya dengan tampilan fisiknya saja. saya pernah melihat seorang dengan penampilan biasa (baju kemeja, celana panjang dan sepatu yang sederhana) datang ke sebuah instansi, namun beliau tidak dilayani dengan baik bahkan cenderung diabaikan. setelah beliau memperkenalkan bahwa beliau adalah anggota DPRD, barulah semua orang disana berusaha melayaninya dengan sangat baik.
semoga kita bukanlah orang orang yang selalu melihat orang dari penampilan, jabatan, kedudukan, atau kekayaan. karena bisa jadi orang yang kita anggap lebih rendah ternyata memiliki nilai yang lebih mulia di mata Allah SWT. bahkan bisa jadi suatu saat nanti merekalah orang yang dapat menyelamatkan kita dari kesulitan.
Crack
Program kecil hasil modofikasi, yang biasanya untuk mengakali perlindungan anti pembajakan dari sebuah software berlisensi. Biasanya para pembajak menyertakan crack dalam paket software yang mereka distribusikan. Menggunakan aplikasi crack berresiko tinggi karena crack biasanya di manfaatkan oleh para cracker untuk menyebarkan malware. Bahkan ada yang palsu karena aplikasi tersebut memang jelas malicious software.
Keygen
Aplikasi kecil yang biasa di gunakan untuk menghasilkan serial number ataupun actication number bagi software-software tertentu dengan tujuan mendapatkan penggunaan software full version.